Murai Batu Medan, Hewan Ringkih Perawatan Ekstra

Burung jenis Murai Batu Medan merupakan jenis burung hias yang memiliki kicauan bagus dan menjadi burung incaran bagi kolektor burung. Kebanyakkan dari para kolektor rela untuk merogoh kocek yang luar biasa demi mendapatkan burung jenis ini.

Selain itu, koleksi burung ini juga bisa digunakan untuk burung hias dan dapat diikutsertakan dalam perlombaan. Anda yang memiliki koleksi burung ini, Anda harus memperhatikan kondisinya. Berikut ini ada beberapa informasi mengenai perawatan burung jenis Murai Batu Medan.

1.      Makanan

Burung jenis ini merupakan burung masuk ke dalam famili Muscicapidae atau burung cacing. Terlihat dari bentuk paruhnya yang begitu lancip dan kecil memudahkan bagi burung ini untuk mendapatkan makanan yang berbentuk serangga kecil. Inilah makanan yang biasanya dipakaikan pada burung jenis Murai Batu Medan ini.

a. Jangkrik

Hewan yang termasuk dalam jenis serangga ini adalah salah satu menu makanan utama bagi burung jenis Murai Batu Medan. Sewaktu burung jenis ini berada pada habitat aslinya di alam liar dan bebas atau dalam hutan, hewan ini merupakan pakan alami bagi burung jenis ini. Serangga yang satu ini diyakini menjadi menu utama dan terbaik bagi burung jenis ini.

Hal ini dikarenakan didalam tubuh serangga ini terkandung protein yang bagus untuk burung jenis Murai Batu Medan yang satu ini. Apabila burung jenis Murai Batu Medan ini sering memakan pakan ini, dipastikan burung jenis ini yang Anda miliki akan tumbuh sehat dan terlihat kekar sehingga dari keadaan tubuh ini bisa menghasilkan suaranya yang lantang.

Cara penyajiannya pun dibilang cukup mudah. Anda tinggal menyajikannya setiap hari dan memotong jangkrik menjadi bagian kecil-kecil. Hal ini dikarenakan untuk memudahkan burung dalam mencerna bagian tubuh yang sulit untuk ditelan.

Pada saat memotong hewan jangkrik ini, Anda harus memperhatikan bagian-bagian mana yang harus dipotong terlebih dahulu. Pertama Anda harus memotong bagian kepala, kemudian kaki,  baru sayap dari jangkrik. Fungsi untuk memotong hewan jangkrik ini adalah menghindarkan burung dari risiko terlukanya tenggorokan yang dapat menyebabkan suara kicauan tidak sebagus sebelumnya.

b. Belalang

Sama seperti makanan sebelumnya. Belalang ini juga bisa  menjadi alternatif menu lainnya. Belalang diyakini memiliki kandungan protein yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jangkrik. Jadi, Anda tidak perlu risau apabila Anda tidak menemukan jangkrik Anda bisa menggantikannya dengan belalang. Anda harus pandai memilih dan memilah belalang yang digunakan sebagai pakan.

Hal ini dikarenakan ada jenis belalang yang tidak mengandung protein malah mengandung zat berbahaya bahkan racun. Ciri hewan belalang yang memiliki racun adalah belalang yang berwarna hitam, merah atau berbintik. Lebih amannya Anda bisa memilih belalang warna hijau atau cokelat yang dapat ditemui pada dedaunan di area persawahan.

Sama seperti penyajian jangkrik, penyajiannya belalang pun harus dipotong-dipotong. Anda juga harus menyediakan air putih pada kandangnya dan mengganti air putih apabila kotor serta mengisi ulang apabila habis. Hal ini patut Anda jaga demi suara kicauannya yang terdengar lantang.

2.      Mandi

Selayaknya seperti manusia, demi menjaga keindahan dan kemolekan tubuhnya burung jenis ini harus mandi secara teratur. Cara mandinya pun terbilang cukup mudah. Anda dapat mencari botol semprotan yang berisi cairan pembersih misalnya sabun atau shampo kemudian Anda semprotkan.

Lakukan ini setidaknya dua kali sehari dan setelahnya Anda bisa mengeringkan. Anda bisa mengeringkannya dengan cara diangin-anginkan atau dengan handuk atau lap kecil. Hal ini akan menjaga burung dari berbagai jenis kotoran dan menjaga agar warna bulunya tetap terlihat bersih dan indah.

Anda juga bisa menjemurnya saat pagi hari. Hal ini untuk menjauhkan burung dari berbagai penyakit dan menjaga burung agar tetap tumbuh sehat. Anda bisa menjemur di pagi hari selama 10 menit. Setelah itu, Anda bisa memberikan minuman padanya agar burung jenis ini terhindar dari dehidrasi.

3.      Sangkar

Setelah menjaga kebersihan dan kesehatan pada burung, Anda perlu juga membersihkan sangkar tempat ia tinggal. Anda bisa melakukan pembersihan ini setidaknya seminggu sekali. Anda bisa membersihkan dari kotoran dan mengganti air minumnya. Jangan lupa juga untuk menyetel sangkar seperti habitat aslinya.

Burung jenis ini akan lebih sering melatih suara kicauannya apabila ia merasa pada habitat aslinya. Anda bisa memberikan aksesoris pendukung untuk menciptakan kondisi yang nyaman bagi burung sehingga burung semakin betah dan tidak mudah stres pada sangkar.

Demikianlah beberapa informasi terkait dengan perawatan burung jenis ini. Anda juga bisa mendapatkan informasi lainnya pada website berfaedah.com terkait informasi seputar dunia burung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *