Mengulas Tentang Jenis Proses Melahirkan dan Cara Melahirkan Normal

 

Melahirkan normal merupakan tanpa menggunakan peralatan medis tetapi dengan bantuan medis, namun saat ini sudah banyak jenis persalinan. Jenis persalinan yang dapat dilakukan juga sudah mulai berkembang dengan adanya persalinan dalam air, di rumah dan menggunakan metode hipnosis. Baik normal atau tidak, dokter kandungan yang akan memutuskannya sesuai dengan kondisi karena jika dipaksakan akan mengancam nyawa ibu dan bayi.

Berikut adalah beberapa jenis melahirkan yang dapat dilakukan diantaranya:

  • Persalinan normal yang paling banyak dipilih karena dapat membuat ibu hamil merasa seperti wanita seutuhnya, persalinan normal dilakukan dengan mengeluarkan bayi dari lubang vagina dan biasanya saat melahirkan pertama kali akan berlangsung 12 hingga 24 jam untuk pembukaan dan proses melahirkan 6 hingga 8 jam, terdiri atas persalinan alami dan dengan bantuan alat.
  • Persalinan alami atau spontan merupakan persalinan yang dilakukan tanpa menggunakan bantuan maupun obat, persalinan yang merupakan usaha ibu untuk mendorong bayi keluar, jenis persalinan ini dilakukan untuk persentasi belakang kelapa lahir lebih dulu atau persentasi bokong.
  • Persalinan bantuan alat dimana bayi menunjukkan tanda mau lahir dan dokter melakukan vakum, forsep dan induksi sehingga ibu dapat dibantu ketika kehabisan tenaga mengejan, bantuan ini akan meningkatkan kontraksi dan membantu dorongan supaya bayi dapat keluar dengan baik.

Selain itu, dapat melakukan persalinan caesar yang digunakan dengan beberapa pertimbangan seperti posisi janin, plasenta previa dan lainnya. Operasi ini merupakan jenis persalinan yang menyebabkan sayatan pada perut bayi sehingga cara tersebut untuk mengeluarkan bayi, sebelum melakukan penyuntikan bius di bagian tulang belakang sehingga tidak akan merasakan sakit ketika melakukan persalinan, jika melakukan operasi ini ibu perlu mempertimbangkan kesehatan ibu dan bayi dibandingkan berpikir melakukan persalinan normal sedangkan kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Dapat juga melakukan persalinan normal setelah caesar atau disebut sebagai vaginal birth after caesarean. Terdapat 75 persen wanita melakukan jenis persalinan ini namun hal ini perlu memperhatikan kondisi kesehatan ibu dan tingkat keberhasilannya untuk dapat menyelamatkan ibu hamil dan bayi. Akhir-akhir ini banyak yang melakukan home birth atau melahirkan di rumah, proses ini tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan beberapa komplikasi walaupun lebih menenangkan dan lebih hemat karena tidak perlu ke rumah sakit. Water birth merupakan melahirkan dengan cara berendam di air hangat yang membuat rasa sakit lebih minim, walaupun hal ini perlu dikonsultasikan tetapi memiliki manfaat positif untuk membantu bayi lahir terhindar dari stress atau bayi lebih tenang.

Berikut adalah proses persalinan normal:

  • Pembukaan leher rahim, dengan fase awal pembukaan selebar 4 cm dan disertai kontraksi yang hilang dan timbul, fase aktif dengan pelebaran serviks mencapai 7 cm, dan fase transisi dimana serviks melebar hingga 10 cm.
  • Ketika sudah siap melahirkan maka ibu harus mengejan sesuai dengan aba-aba dokter, tidak perlu takut karena posisi tubuh bayi dan kepala telah siap keluar.
  • Untuk mengejan dengan baik maka perlu memiliki posisi berbaring, memiliki kekuatan untuk kontraksi, menyelipkan dagu di dada dan menarik napas serta memberikan jeda.

Untuk melahirkan normal untuk mengambil napas maka tarik napas sehingga akan meringan ketegangan. Sebaiknya fokus pada posisi bayi yang terus bergerak turun menuju vagina. Bernapas perlahan akan membantu ibu merasakan kontraksi lebih mudah. Selama 5 hingga 6 detik sebaiknya mengambil napas dan sebelum mengejan memberikan waktu supaya oksigen pada tubuh ibu dan bayi tetap tercukupi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *